Minggu, 11 Maret 2018

Olympus mons, gunung tertinggi di tata surya


  Olympus mons

    Hy semuanya, kalian pasti sudah taukan dengan gunung everest? Ya, gunung dengan inggi 8.848 m (29.029 ft) dinobatkan menjadi gunung tertinggi di Dunia yang terletak di Nepal. Pada tanggal 29 mei 1953 orang asal Selandia Baru yang bernama Edmund Hillary dan ditemani oleh seorang pemandu bernama Tenzing Norgay asal Nepal berhasil menakhlukan gunung everest. Tetapi bukan ini ya yang akan kita bahas, kali ini kita akan membahas gunung Olympus mons, gunung tertinggi di Tata surya.

    Olympus mons merupakan gunung berapi dengan tipe perisai yang terletak di planet tetangga bumi si planet merah Mars yang ditemukan oleh mariner 9 (wahana pengorbit NASA yang membantu menjelajahi Mars). Olympus mons adalah gunung tertinggi di Mars bahkan di tata surya dengan ketinggian 25 km atau tiga kali lebih tinggi dari gunung everest. Waahh tinggi banget ya guys. Saking tingginya gunung itu, jika kita berada di kaki gunung Olympus Mons kita tidak akan bisa melihat puncaknya.

 “Gunung raksasa ini diperkirakan terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya gunung-gunung di planet Bumi, yakni berdiri di titik di mana batu-batuan panas dari bagian dalam planet terlontar ke atas,” kata David Baker dan Todd Ratcliff, peneliti dari Goddard Space Flight Center dan Kennedy Space Center NASA pada laporannya, seperti dikutip dari Extremesolarsystem, 31 Desember 2010. 

    Meski demikian, gunung Olympus Mons masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi dengan cara yang berbeda dengan gunung berapi di planet Bumi karena planet Mars tidak memiliki lempeng tektonik.

    Itu dia sedikit pembahasan tentang Olympus mons, gunung tertinggi di tata surya. Semoga dapat menambah wawasan anda.

  REFERENSI:
https://www.google.co.id/amp/s/m.viva.co.id/amp/digital/196821-olympus-mons-gunung-tertinggi-sejagat

2 komentar:

Bisakah manusia mengeksploitasi Mars menjadi layak huni?

source: NASA CARI ILMU- Penelitian terhadap planet Mars memang sudah dilakukan bertahun tahun lalu. Para peneliti yang bertugas di l...